Wednesday, November 23, 2011

Muzakarah Cinta

sedang cuba untuk mengkhatamkan buku ini..


Allahu Allah.. setelah sekalian lama tidak dapat berbicara mengenai iman dan amal, akhirnya dengan izin-Nya, Allah ta’ala mendatangkan seorang sahabat yang mampu diajak berbicara mengenai perkara ini.  Allah.. Allah.. mana mungkin seorang yang terlampau rindu terhadap yang sesuatu yang dicintainya mampu untuk menghalang dirinya dari terus menyebut-nyebut akannya, dan dari berterusan mengingatinya, dan apatah lagi dari perasaan rindu yang mendalam ini…Allahu Allah...

Setiap butir bicaranya adalah rahmat dari Tuhan-Ku, yang dengan izin-Nya mampu melunakkan hati yang kian keras ini…Allahu Allah..


“ Akhi, jangan mudah tertipu dengan amalan yang kita lakukan kerana ia semuanya tidak lain tidak bukan hanyalah kurniaan rahmat dan kasih-sayang Allah kepada kita. Segala usaha persiapan yang kita lakukan untuk melaksanakan amal tersebut hanyalah sebagai adab kita kepada-Nya kerana hanya Dia lah yang berhak menetukan siapa yang paling layak untuk mengecapi kemanisan , keasyikan dan keni’matan untuk menjadi hamba kepada-Nya..”

“Akhi, mungkin secara zahirnya kita nampak bahawa yang bangun untuk menunaikan tahajud itu adalah dari kekuatan kita, yang bangun untuk solat subuh secara berjemaah itu adalah dari kehendak kita.. tapi pada hakikatnya, ia tidak lain hanyalah secebis rahmat Allah ta’ala buat hamba-Nya yang terpilih..”

“Rahmat yang diberikan oleh-Nya dengan izin dan kehendak-Nya.. ia mungkin menjadi refleksi kepada apa yang kita lakukan di waktu siang dan malam, di waktu bersunyian atau di khalayak ramai, dan menjadi cerminan dari kehendak kita yang sebenar..”

“Akhi, jika kita tidak dapat menjaga ibadah sunat kita di waktu kurang sibuk ini, jangan terkejut jika suatu hari nanti, di saat kita semakin sibuk, solat fardhu berjemaah pun akan terabai sekali..”


Mungkin acap kali kita telah diperingatkan tentang perkara ini, namun ia kerap dilupakan apabila kita kian hanyut dalam mainan dunia ini…


“Ya Allah! Sucikanlah hati-hati kami ini dari nifaq, amalan-amalan kami dari riya’, lidah-lidah kami dari berdusta, dan mata-mata kami dari khianat. Sesungguhnya Engakau mengetahui mata-mata yang khianat dan apa yang tersembunyi di dalam dada..”


Ameen ya Rabbal ‘Alamin..